Ketahanan Ekonimi di Masa Pandemi Covid-19



oleh: Syaifatul Jannah, S.Sos.,M.Pd


Saat ini Indonesia sedang berada pada masa transisi dari Work From Home

ke New Normal. Iya...Beberapa bulan belakangan, dunia mengalami masa-masa

sulit akibat pandemi yang melanda hampir di seluruh Negara yang ada di

belahan Bumi, termasuk salah satunya yaitu negara Indonesia tercinta. Aspek

yang paling terasa sekali dampaknya ialah pada aspek ekonomi masyarakat. Tak

bisa dipungkiri bahwa selama masa pandemi tersebut ekonomi masyarakat

dapat dikatakan menurun drastis, banyak masyarakat yang mengeluh

mengalami penurunan penghasilan akibat adanya penghentian sementara

aktifitas bekerja di luar rumah.

Setelah diberlakukannya new normal oleh pemerintah maka masyarakat

berangsur-angsur diperbolehkan untuk secara bertahap dan sedikit demi sedikit

untuk kembali melakukan aktifitas di luar rumah, tentu saja dengan tetap

memperhatikan protokol kesehatan. Pada masa new normal ini mau tidak mau

masyarakat harus kembali melakukan pengembangan bahkan perbaikan

terutama dalam sektor ekonomi. Napu, dkk. (2009) dalam bukunya yang

berjudul “Pengembangan Masyarakat” mengatakan bahwa pengembangan

masyarakat pada dasarnya adalah pembangunan manusia, memang dalam

pembangunan dibutuhkan produksi barang-barang yang menjadi kebutuhan

hidup manusia yang tentu saja tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang

mandiri, maju, dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga menjadi

masyarakat yang sejahtera baik secara lahir maupun batin.

Untuk mencapai tatanan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan

sumber daya yang ada dan mengenali kearifan lokal di daerahnya. Di dalam


keraifan lokal mengandung pula kearifan budaya lokal. Pengembangan

masyarakat dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal yang ada dapat

menjadi salah satu alternatif solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan

kualitas hidup masyarakat setempat terutama perbaikan dan pengembangan

dalam sektor ekonomi.

Madura merupakan salah satu pulau di Indonesia yang tentunya memiliki

kearifan lokal yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Kearifan lokal Madura

mampu menjadi power dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Madura

terutama dalam sektor ekonomi. Pulau Madura dengan 4 kabupatennya

memiliki aset wisata budaya yang sangat banyak. Mulai dari seni taxi, lagu,

bahasa, makanan khas, dan kearifan lokal masyarakat Madura. Farida, dkk.

(2013) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa nilai budaya dan aset wisata

budaya tersebut merupakan modal dasar wirausaha dalam bidang creative

industries, karena usaha creative industries berhububngan erat dengan budaya

dan seni.

Misalnya dalam hal makanan, Madura juga memiliki kekhasan, sebut saja

daun kelor. Daun kelor atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Madura dengan

sebutan marongghi merupakan salah satu pangan dengan ketersediaan yang

tinggi di Madura. Siapa sangka ternyata daun kelor selain dapat menjadi menu

utama masyarakat Madura, ternyata juga memiliki daya untuk menjadi solusi

dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Madura. Hadi, dkk. (2020) dalam

penelitiannya menemukan bahwa daun kelor dapat dijadikan sebagai bahan

dasar pembuatan hand sanitizer herbal. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat

dan paling banyak dicari oleh masyarakat khususnya di masa pandemi saat ini

yang mengharuskan setiap masyarakat untuk beraktifitas dengan tetap

mematuhi protokol kesehatan yakni menggunakan, masker, dan mencuci

tangan atau menggunakan hand sanitizer.


Oleh karena itu, melihat akan kekayaan kearifan lokal yang dimiliki oleh

Madura, tentu saja akan lebih banyak sekali peluang dan kesempatan untuk

dapat memanfaatkannya menjadi ladang penghasilan atau ladang usaha dalam

meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya dalam sektor ekonomi.

Komentar