Hafalan Qur’an

 


Oleh: Samahah Sidqi

Kelas: 3 SMP-MTA

Peserta didik kelompok ilmiah dan sastra P2M 2020 bidang Literasi, IDIA PRENDUAN

           Apa yang kalian pikirkan tentang menghafal Al-Qur’an? Mungkin menurut kalian mengahfal Al-Qur’an itu mudah hanya baca kemuadian hafalkan dan terus mengingat-ingatnya, menurut kebanyakan pemuda penghafal Al-Qur’an memiliki kenikmatan dan segala kesenangan, asumsi pasti masuk surga dengan motive dapat memberikan mahkota kepada kedua orang tua nanti.

Pendapat  tentang penghafal Al-Qur’an mendapat banyak kenikmatan memang benar, tetapi perjuangan untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an pun juga tidaklah mudah, banyak cobaan dan hasrat yang datang, sehingga menjadi ujian tersendiri untuk beristiqomah dan bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Qur’an., tidak hanya itu rasa malas ataupun pecahnya konsentrasi pun mengahmpiri, ketika kita sedang dalam proses menghafal Al-Qur’an. Allah SWT berfirman bahwa kebanyakan para penghafal AL-Qur’an yang masuk ke dalam nerakanya. Bagaimana bisa? Para penghafal Al-Qur’an, selain menyatukan ingatan dengan rekaman Al-Qur'an, ia pun juga harus mengamalkan isi kandungannya. Jadi, bagi penghafal Al-Qur’an yang tidak mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an, sama halnya hasil dari usahanya selama ia menghafal Al-Qur’an. Adalah sia-sia dan akhirnya bagi mereka di akhirat nanti, ia akan masuk ke dalam neraka. Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an juga disebutkan dalam hadits nabi yaitu:

 

خيركم من تعلم القران وعلمه (روه البخارى)

Artinya: “Sebaik-baiknya orang diantara kamu ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)".

Bagi para penghafal Al-Qur’an, seyogyanya kita mulai mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an untuk menyempurnakan hafalan. Menjadi seorang penghafal Al-Qur’an harus diniatkan dari hati dan ikhlas karena Allah semata hanya untuk mengharap ridhonya, tidak hanya untuk dipuji ataupun riya’ pada orang lain. Seorang penghafal Al-Qur’an juga harus menjauhi maksiat dan perbuatan tercela lainnya supaya ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dihafal tidak hilang dan tetap terjaga

Seorang penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan hasil memuaskan seperti masuk ke surga, memberikan mahkota kepada kedua orang tua jika ia telah mengamalkan hafalannya, istiqomah dalam mengulang hafalannya, dan menjauhi diri dari maksiat dan hal-hal yang tercela setelah ia berusaha maka usahanya tidak sia-sia usahanya berbuah manis setelah jerih payahnya. Jadi, seharusnya para penghafal Al-Qur’an seperti itulah yang kita impikan dan dambakan“Orang yang menghafal Al-Qur’an tidak sekedar dipandang dengan IQ yang tinggi., melainkan atas dasar kemauannya dan usahanya yang keras untuk menghafal Al-Qur’an”


Komentar