Hidupku



Inas Mas’ud, 4 MA Asal Sukabumi, Peserta didik kelompok ilmiah dan sastra P2M 2020 bidang Literasi, IDIA Prenduan






Inilah aku, seorang gadis kecil imut berusia 6 tahun yang sedang asyik menikmati serunya bermain dengan kawan-kawan sebayanya, disekitar rumah.

Hingga sebuah mobil datang dan berhenti tepat didepan rumahku. Turunlah seorang alim dari dalamnya, dengan buru-buru iapun memasuki rumahku, ya…. Dia adalah salah satu dari sekian banyaknya teman Abi.

Tak lama kemudian, Umi datang menghampiriku dengan raut wajah berbeda. Beliau memintaku dan kedua saudaraku untuk bersiap-siap. “Tapi, untuk apa Umi?” Tanya kakak tertuaku. “Kita akan pergi ke rumah sakit.”

Sesampainya dirumah sakit, lumayan terkejut dengan penuhnya ruangan-ruangan di dalam rumah sakit. Mereka tidak lain adalah kerabat kami, serta kawan-kawan kami.

Melihat hal itu, ada orang yang membukakan jalan diantara kerumunan itu, dan tidak lama setelah itu. Terlihat disebelah sana, tubuh laki-laki pejuang kami, tengah terbaring kaku, dengan pakaian hijau Dia…… Abiku. Kamipun menghampirinya, tangis kami sudah tidak bisa dikendalikan. Abi, kenapa Abi pergi secepat ini, kami masih butuh Abi. Aku melirik ke arah Umi, sosok wanita hebat yang masih mengandung tua ketika itu. Orang-orang mencoba menenangkan kami.

Acara pemakamanpun berlangsung, adik barupun lahir setelah setengah bulan kematian Abi. Tamu-tamu yang datang juga telah berkurang.

Sebulanpun berlalu, dan datanglah berita sedih selanjutnya kakek kami meninggal dunia. Hal ini membuat nenek kami tinggal sendirian. Umipun bertekad membawa kami pindah rumah untuk menemani nenek kami.

Kami akhirnya pindah rumah. Rumah lamapun dijual. Semenjak itu akupun bertekad untuk menyayangi saudara-saudaraku.

Dan, inilah aku sekarang, gadis remaja berumur 15 tahun. Dengan berbagai penghargaan dan sekarang sedang berjuang menghantarkan kalamnya. Bagaimanapun, Allah pasti punya rencana yang indah. Dan yakinlah padanya.


Komentar