“Disaat
bulan yang penuh barokah ini dengan berat hati kami pihak pondok memutuskan
bahwa, saudari Adinda Rizky Magfiroh dengan pelanggaran tersebut kami jatuhi
hukuman skorsing..”
Air
mata mengalir begitu aku mendengar hukuman yang diberikan Kyai. Walaupun hati
ini sudah menyangka akan hukuman ini, tapi aku tidak bisa mencegah tangisku
untuk pecah.Tangisku semakin deras saat kulihat kesedihan tampak diwajah ibuku.
Apa yang telah aku lakukan?! Tak pernah barang sedetik pun aku membuatnya
mengukir senyum karenaku. Tapi mengapa aku membuat ibu menangis?
Mama…maafkan
anakmu yang tak berguna ini..
Otakku
memutar kembali kisah bersama teman temanku yang mungkin, sebentar lagi akan
menjadi kenangan.Tak dapat dipungkiri, empat tahun aku dan teman temanku
membangun solidaritas, mengukir kisah bersama, meleawti ujian yang pedih
bersama dan semua kami lakukan bersama senang maupun sedih, aku harus pergi
meninggalkan mereka. Melupakan kisah kisah kami bersama.
Berjuang
bersama, Lulus bersama…
Ahh, sepertinya semboyan itu tidak akan
berlaku lagi bagiku. Karena kini, detik ini, dan mulai saat ini, aku akan pergi
jauh dari mereka.
Selamat tinggal kawan kawanku..
Aku pergi.. jangan lupakan aku..
oleh: Nisrina, kelas V DIA TMI, peserta didik kelompok Ilmiah dan Sastra P2M bidang literasi, 2020

Komentar
Posting Komentar