Oleh: Fauzi Fathur Rosi S.Ud, M.Ag
Masyarakat merupakan sekelompok atau sekumpulan orang yang tinggal
di satu wilayah, baik kota maupun desa. Dalam kehidupan bermasyarakat,
masyarakat kota cenderung memiliki sikap individual, karena terlalu sibuk
dengan pekerjaannya masing-masing. Berangkat pagi pulang malam, itulah
rutinitas pekerjaan kantor yang dilakukan sebagian orang-orang kota. masyarakat
desa cenderung memiliki kebersamaan yang kuat antar tetangga. Bekerja sama
untuk bercocok tanam di sawah, Sehingga sikap tenggang rasa, gotong royong, dan
tolong menolong sudah sangat melekat dalam diri mereka (masyarakat desa).
Kebersamaan tersebut yang menciptakan ketahanan dalam kehidupan bermasyarakat
diantara mereka.
Di zaman yang serba digital ini, dimana kaum anak-anak hingga kaum
dewasa sudah mulai menikmati gadget nya, hanya sibuk berkomunikasi dan
bercengkrama melalui handphone nya. Pemakaian gadget pun sudah memasuki wilayah
pedesaan, sangat disayangkan jika kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat
desa hilang di telan zaman. Oleh karena itu, Kita harus mencari cara bagaimana kearifan
lokal harus tetap terjaga dengan baik, selalu melestarikan dan menghidupkan
tradisi positif tersebut agar tidak tergerus oleh zaman. Karena hal ini
memiliki nilai-nilai positif yang sangat berpengaruh dalam kehidupan
bermasyarakat yang di bangun oleh tradisi nenek moyang (turun temurun) yang
sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari, salah satu kearifan lokal yang
terjadi di desa yaitu sikap kebersamaan, saling gotong royong satu sama lain
untuk memudahkan tercapai nya suatu hajat yang dimiliki masyarakat tersebut.
Beberapa Praktik riil nya yaitu jika tetangganya ada yang akan
membangun rumah, mereka dengan segera akan bergotong royong membantu menyusun
batu bata, menyemen, memasang genting, dll. Juga ketika tetangganya ada yang
akan melangsungkan hajat pernikahan anaknya, para tetangga ibu2 kampung di desa
tersebut akan saling membantu memasak di dapur untuk menyiapkan makanan yang
akan disuguhkan pada acara hajatan tersebut. Praktik tersebut sesuai pengamatan
penulis yang terjadi di desa tempat tinggal penulis.
Kehidupan sosial yang sangat kental tersebut dapat menjadi kekuatan
dan pertahanan dalam menyatukan masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan
rukun, santun dan damai saling tolong menolong antar sesama
yang telah tercipta dalam tradisi masyarakat desa menjadi kearifan lokal yang
berdampak baik. Juga diperkuat dengan perintah Allah swt agar manusia saling
bersatu dan jangan saling berpisah dalam (QS. Ali Imran: 103):
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ
اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ
يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ.
Artinya: dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah
mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara,
sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Dan perintah Allah swt agar manusia saling tolong dalam kebaikan dan
ketaqwaan dalam (QS. An-Nisa’: 2):
.......
وَ تَعَاوَنُوْا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى, وَلاَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ,
وَالتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ.
Artinya: dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan
dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.
Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya.
Kearifan lokal tersebut akan tetap terus hidup
dan ada, jika praktiknya dilakukan terus menerus secara turun temurun,
mengajarkan dan memahamkan kepada anak cucu bahwa kehidupan gotong royong atau
saling membantu antar saudara serta tetangga merupakan sikap arif yang harus tetap dijaga agar
tidak hilang ditelan zaman, walau zaman sudah semakin maju dan berubah seiring
berjalannya waktu.

Komentar
Posting Komentar